Obat Demam Berdarah Tidak Ada

Obat demam berdarah memang tidak ada, karena dalam ilmu kedokteran tidak ada obat yang dibuat khusus untuk menyembuhkan demam berdarah. Namun, obat yang dokter berikan hanya untuk mengobati gejala yang ditimbulkan, seperti meredakan demam, menggatasi dehidrasi atau pun menggantikan darah yang hilang.

nyamuk demam berdarah

Fase demam

Fase demam yang di awali dengan gejala demam tinggi yang terjadi secara tiba-tiba dengan suhu tubuh antara 39 – 41 derajat celsius yang terjadi selama 3 – 4 hari. Kemudian disertai dengan gejala lain seperti lemas, sakit kepala, nyeri di belakang mata, nyeri otot, nyeri tulang, pendarahan ringan seperti mimisan, muntah, buang air besar disertai darah, serta kehilangan nafsu makan yang disertai mual dan muntah.

Cara penanganannya adalah dengan memberikan obat penurun panas, kompres untuk menurunkan panas, dan mengonsumsi banyak cairan. Tapi pemberian cairan juga jangan dipaksa hanya sekuatnya saja untuk membantu menurunkan suhu tubuh dan juga mencegah dehidrasi. Jika obat penurun panas biasa tidak bisa menurunkan panas, segera temui dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Fase kritis
Fase kritis ditandai dengan demam yang mulai turun. Kebanyakan orang salah mengerti dengan kondisi ini karena mengira bahwa kondisinya sudah membaik, tapi yang terjadi adalah penderita memasuki masa kritis karena berhadapan dengan risiko kematian. Hal ini terjadi karena pembuluh darah mengalami pelebaran, sehingga suhu tubuh turun, dan muncul ruam atau bercak merah di kulit.

Selain bantuan medis , seperti pemberian acetaminophen, dan infus cairan intravena. Penderita juga harus mengonsumsi banyak cairan yang mengandung elektrolit, isotonik, jus atau susu untuk menggantikan zat-zat gizi yang hilang akibat kebocoran pembuluh darah. Tapi pemberian cairan juga jangan dipaksa hanya sekuatnya saja.

Fase penyembuhan
Setelah fase kritis, suhu tubuh akan naik, kemudian denyut nadi kembali menguat, terhentinya pendarahan, serta perbaikan fungsi tubuh lainnya. Bahkan nafsu makan kembali membaik, dan berkurangnya ruam atau bintik merah pada kulit. Setelah fase penyembuhan, daya tahan tubuh dan cairan di dalam tubuh sudah kembali membaik, sehingga tidak perlu mengonsumsi obat demam berdarah.

 

Leave a Reply

(*) Required, Your email will not be published