8 Herbal yang Biasa Ditemui ini Bisa Digunakan Sebagai Obat Maag

Apa itu Maag?

Maag adalah salah satu penyakit di pencernaan yang menyerang bagian lambung. Maag menjadi penyakit yang sering ditemui, terutama di daerah perkotaan. Jam kerja yang padat, ditambah dengan stress yang berkepanjangan bisa menjadi salah satu pemicunya. Berbagai obat untuk mengatasi maag dijual dengan bebas di apotik, tanpa perlu resep dokter. Namun, apakah itu hal yang aman bagi tubuh?

Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa obat-obatan yang dijual bebas di pasaran saat ini adalah obat Antasida. Antasida mulai ditinggalkan di negara-negara maju karena sifat antasida itu sendiri menghambat kerja lambung dengan mengurangi jumlah cairan asam lambung yang dihasilkan. Berbagai pengobatan telah dikembangkan di negara-negara maju untuk mengatasi penyakit maag, salah satunya adalah dengan menggunakan agen cytoprotektif. Cytoprotektif itu sendiri adalah pengobatan maag tanpa menghambat kerja lambung namun dengan meningkatkan kekebalan pada dinding lambung.

 

Penyebab Maag

Beberapa hal yang disebutkan ini dapat menyebabkan penyakit maag, namun tergantung kekebalan tubuh masing-masing pribadi, maag bisa terjadi dalam waktu singkat atau butuh waktu lama.

  1. Penggunaan obat-obatan yang memicu asam lambung berlebih seperti aspirin dan ibuprofen
  2. Konsumsi alkohol berlebihan
  3. Bakteri Helicobacter Pylori
  4. Penyakit tertentu seperti diabetes
  5. Kekebalan tubuh yang melemah
  6. Stress yang berkelanjutan
  7. Bile Reflux atau empedu yang mengalir ke perut

 

Tanaman Herbal untuk Obat Maag

Tanaman herbal di bawah ini bisa digunakan sebagai sarana untuk mengobati atau mengurangi rasa sakit yang ditimbulkan akibat maag. Namun, perlu dicatat sebelumnya, bahwa pengobatan maag tidak ada yang berlangsung permanen. Baik dengan menggunakan obat kimia maupun herbal. Menjaga pola makan dan olahraga yang teratur adalah langkah yang paling tepat untuk menjaga maag agar tidak kambuh lagi.

  1. Kunyit (Curcuma Longa Linn) – Cara mengkonsumsi adalah dengan memeras kunyit, lalu minum dengan air hangat. Anda juga bisa menambahkan madu jika diinginkan.
  2. Cengkeh (Syzygium Aromaticum) – Berfungsi untuk meningkatkan produksi enzymatic. Cara konsumsi adalah dengan menghaluskan cengkeh lalu diminum bersama dengan air hangat dan madu.
  3. Lengkuas (Alpinia Galanga) – Kandungan anti jamur yang dimiliki lengkuas sangat bermanfaat untuk mengatasi virus dan bakteri di lambung. Rebus 3 batang sereh, 15 butir ketumbar dan lengkuas pada 500 cc air hingga tersisa 200 cc. Saring air yang tersisa lalu minum hangat-hangat.
  4. Kacang Hijau (Vigna Radiata) – Berfungsi untuk menetralkan asam lambung yang berlebih dan menebalkan lapisan dinding mukosa lambung. Konsumsi bubur kacang hijau tanpa santan saat pagi dan sore hari untuk hasil maksimal.
  5. Jamur Kuping (Auricularia) – Jamur kuping memiliki sifat anti inflamasi bagi lambung. Campurkan dan masak 15-20 gram jamur kuping bersama dengan 30 gram kurma, gula jawa dan air secukupnya.
  6. Temulawak (Curcuma Zanthorrhiza) – Tumbuhan yang memiliki genus sama seperti kunyit ini juga memiliki khasiat dan cara konsumsi yang sama seperti kunyit.
  7. Kamomile (Matricaria Recutita) – Bunga yang biasa digunakan sebagai pelengkap pada teh hijau ini dikonsumsi dengan mencampurkan 150 ml air panas dan 1 sendok teh bunga kamomile. Konsumsi 3x sehari untuk hasil maksimal
  8. Lidah Buaya (Aloe Vera) – Tumbuhan lidah buaya, selain berkhasiat untuk perawatan rambut, juga berkhasiat untuk menyembuhkan maag. Cara mengkonsumsinya adalah dengan merebus lidah buaya ke dalam 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Saring dan dinginkan, lalu minum bersama dengan madu agar tidak terlalu pahit.

 

 

Leave a Reply

(*) Required, Your email will not be published